Cinde dan Pangeran Kodok


Matahari di siang ini sedang bersinar dengan teriknya. Bahkan tidak ada satu awanpun yang berani menghalangi sang surya. Seorang gadis sedang asyik berteduh dibawah rindangnya pohon rambutan di tepi sawah. Gadis itu bernama Cinderella, tapi lama kelamaan karena orang-orang susah memanggilnya, mereka menyebutnya Cinde saja.

Cinde sungguh sangat lelah setelah seharian ini bekerja tanpa istirahat dari pagi. Ia juga melewatkan waktu makan siangnya karena kedua saudara tirinya rewel minta disediakan ini itu. Memang benar peribahasa buah jatuh tak jauh dari pohonnya, ibu tirinya pun menambah tugasnya yang sudah banyak menjadi semakin banyak. Mencuci ulang gaun-gaunnya, menyetrikanya, melabeli gaun tersebut berdasarkan tanggal pakai, dan juga mengurutkannya berdasarkan warna. Cinde pun bingung, kok dia bisa ya melakukan itu semua. Ia menggeleng pelan. Tak ingin tubuhnya yang sudah lelah itu mengeluarkan banyak tenaga.

Tak begitu jauh dari tempatnya beristirahat terdengar suara kodok. Tetapi aneh. Bunyi itu lain daripada biasanya. Cinde mendekati kodok tersebut dengan rasa penasarannya.

“Kodok ijo, kamu kenapa? Sakit? Kok bunyinya kaya suara orang kejepit pintu.” Tanya Cinde iseng.

Sang kodok tidak buru-buru menjawab pertanyaan Cinde, ia malah semakin lebar membuka mulutnya dan menjulukan lidah panjangnya. Continue reading

Runtuhnya Kerajaan Kancil


Dahulu kala, kancil dikenal sebagai binatang yang cerdik, sehingga mampu mengelabui lawan-lawannya, seperti buaya atau hewan buas lainnya. Tapi pernah juga giliran mereka yang dikerjai mahluk lain yang inferior, seperti ketika sekelompok kura-kura mengalahkan mereka dalam suatu lomba lari. Sejak saat itu, kancil pun semakin berhati-hati agar tidak dikuasai rasa sombong, dan mempertajam kecerdasannya.

Ratusan tahun berlalu, bangsa kancil tumbuh menjadi bangsa yang maju pesat. Kecerdasan mereka menjadi yang terbaik di seluruh kerajaan hutan. Mereka tidak lagi menjadi binatang yang diremehkan. Singa, buaya, harimau, dan lain-lainnya pun tak berani memangsa mereka.

Bangsa kancil dengan mantap membuat kerajaannya sendiri, dengan struktur yang rapi, mulai dari raja hingga tukang masak. Semua dibekali dengan kecerdasan dan keahlian di bidangnya masing-masing. Hingga suatu saat terdapat anomali. Seekor kancil lahir dengan kecerdasan di bawah rata-rata.

Namanya Kiko. Fisiknya biasa saja, sama dengan tubuh kancil kebanyakan. Tetapi, dia agak sedikit lambat. Jika membaca, dia membutuhkan waktu dua kali lebih banyak jika dibandingkan dengan kancil yang lain. Jika dia berlari, maka dia membutuhkan waktu yang lebih lama daripada yang lain. Dan hal-hal lainnya. dia menyadari hal itu. Bahkan teman-temannya pun merendahkannya. Continue reading

Gulungan Kulit Kayu


Sebuah auman singa lemah terdengar di dalam sebuah hutan. Sudah sejak lama tubuh, Aeon, sang raja hutan itu melemah karena penyakit yang telah dideritanya. Ia memiliki dua ekor anak singa yang gagah serta perkasa. Keduanya disegani oleh seluruh penduduk hutan karena wibawa dan karismanya.

Tetapi akhir-akhir ini kedua anak singa itu tidak begitu akur seperti biasanya. Mereka terlihat saling menghindari satu sama lain. Setelah diusut lebih jauh, ternyata keduanya bersaing memperebutkan singgasana Aeon setelah kematiannya. Padahal jelas-jelas Aeon masih hidup dan bisa memerintah hutan dengan arif seperti biasanya.

“Apa yang harus kulakukan Merin, saat kedua anakku berebut kekuasaan dan mengharapkan kematianku?” Tanya Aeon pada Merin si kura-kura.

Merin telah berpuluh-puluh tahun setia menemani Aeon sebagai penasihatnya. Ia pun telah melihat pertumbuhan kedua anaknya mulai dari lahir hingga besar. Continue reading

Petualangan Menuju Makhdar


Dua orang sahabat karib berlayar mengarungi lautan. Berbekal sebuah peta usang yang ditemukannya di pasar loak. Mereka mengadu nasib pada suratan takdir, agar bisa mempertemukannya dengan sebuah harta karun legendaris yang dicari-cari oleh seluruh bajak laut di dunia ini. Peninggalan seorang bangsawan Inggris yang kapalnya karam di sekitar kepulauan Taphos, negeri Makhdar.

”Berapa lama lagi kita sampai, Ali?” Ale bertanya pada Ali sambil terus memegang kemudi kapal.

Ali melirik sedikit peta panduannya, “jika perkiraanku benar, tidak lama lagi kita akan menemukan sebuah pulau kecil. Dan pulau itu bisa menjadi titik awal kita menemukan harta itu.”

Betul saja seperti yang Ali perkirakan, tak lama kemudian kapal tersebut kini sudah diam tak bergerak di tepi pantai yang pasirnya berwarna putih bersinar. Hutan di dekat pantai itu tampak lebat, jelas sekali bahwa pulau ini sudah lama sekali dikunjungi. Continue reading

Kakek Tua yang Cerdik


Seorang kakek menatap hamparan hijau persawahan yang dulu adalah miliknya. Semenjak beberapa bulan yang lalu, lahan itu berpindah tangan darinya. Nasib itu pun diderita oleh penduduk lainnya. Lahan mereka tiba-tiba diserahkan demi membayar hutang dengan bunga yang sangat mencekik.

Di sudut desa terlihat segerombolan bandit tengah berpesta pora dengan menggunakan hasil tangkapannya hari ini. Merekalah yang tiba-tiba membuat keadaan aman dan tentram menjadi penuh duka dan nestapa. Kujo, pemimpin bandit tersebut yang menipu mereka dengan pinjaman dananya pada saat musim panceklik datang. Berita itu jelas saja menjadi sebuah angin segar bagi penduduk desa itu, karena kompor-kompor di dapur senantiasa harus terus menyala setiap harinya agar mereka bisa terus hidup.

Kakek itu mendekati Kujo si Bandit dengan santai. Ia membulatkan tekad untuk melawan perbuatan semena-mena mereka. Toh ia kini sudah tidak memiliki apapun dan tidak akan ada yang menangisi kepergiannya, bila keadaan malah berbalik tidak menguntungkannya.

Sudut mata Kujo menangkap seorang kakek yang berjalan dengan susah payah mendekatinya. Continue reading

Proyek #7HariMendongeng


Suka dongeng? Pernah membaca dongeng? Pernah menulis dongeng?

Kalau kamu, penulis, blogger atau pembaca yang mau mencoba menulis. Kami mengajak kamu semua untuk menulis dongeng. Terdengar cukup sulit ya? Ya, memang tidak begitu mudah untuk menulis sebuah dongeng. Tapi, tidak ada salahnya kan untuk mencoba.

Kami mengajak siapa pun, untuk sama-sama mengisi lagi waktunya untuk menulis dongeng. It’s gonna be fun. So, are you excited? 😀

How to involve in this game? Continue reading