Promise


Semburat berwarna-warni tampak menghiasi langit senja yang dihiasi oleh awan-awan. Beberapa burung beterbangan melintasi langit di atas kepala Intan dan Tian ke suatu tempat di balik pepohonan tak jauh dari pantai. Burung tersebut sepertinya tahu, bahwa disaat seperti sekarang ini adalah waktunya pulang dan bertemu kembali dengan sanak keluarganya. Suara nyaring dari burung tersebut bersatu membentuk sebuah harmoni indah bersama dengan deburan ombak yang secara berkala membentur dinding karang.

Intan dan Tian meresapi pemandangan itu sambil terus menatap laut dari pinggir pantai. Celana khaki Intan yang senada dengan pasir pantai kini mulai basah terkena air laut pasang, tapi ia tetap bergeming dan terus menatap matahari yang perlahan-lahan mulai menghilang. Mereka berdua duduk di pinggir pantai sambil memeluk lututnya masing-masing.

Tian menatap Intan, “Aku… mau bilang sesuatu sama kamu.”

“Hmm… apa?” Jawab Intan pelan.

“Besok aku pindah, Tan.” Bisik Tian.

Continue reading

Advertisements