#5 Sambungan Hati Jarak Jauh


Tulisan sebelumnya: Cuti Sakit Hati

Tahun 2021

Ruangan kafetaria asrama Incarnia penuh sesak dengan para Ingeniosi. Mulai dari anak kecil, remaja, sampai Ingeniosi tua bercampur dalam satu atap. Alat makan saling berdenting menambah kegaduhan di tempat itu. Kafetaria ini merupakan tempat teramai kedua setelah aula latihan. Beberapa dari mereka bahkan ada yang dengan santainya mempraktikkan ilmu sihir di depan teman mereka lainnya. Dan jika diperhatikan, salah satu keunikan tempat ini adalah bahwa tidak ada satu orangpun yang mencatat dan melayani pesanan. Semua dilakukan dengan sihir.

Mulai dari mencatat pesanan yang dilakukan oleh sebuah nota terbang, urusan mengantarkan piring dan gelas juga dilakukan dengan sihir. Sang koki tinggal menjentikkan jarinya, lalu pesanan langsung berpindah ke atas meja pemesannya.

Dari pintu masuk kafetaria, Serafin muncul dan kepalanya bergoyang ke kiri dan ke kanan mencari seseorang. Nafasnya tersengal-sengal karena berlari dari gedung asrama menuju kafetaria yang jaraknya cukup jauh. Tak lama kemudian, ia melihat seseorang yang dicari-carinya. Dengan setengah berlari, Serafin menuju meja Luna di ujung dalam kafetaria.

“Akhirnya aku bertemu denganmu.” Ucap Serafin sambil masih mengatur nafasnya.

Ia langsung duduk di kursi sebelah kiri Luna. Tangannya terulur memegang ujung kemeja merah kotak-kotak yang dikenakan oleh Luna.

“Tunggu dulu…” Sebelah tangan Luna membebaskan tangannya yang lain dari pegangan Serafin.

“Bukan berarti karena kita pernah mengobrol lantas menganggap aku temanmu. Sana cari meja lain dan bergabung dengan guild-mu sendiri.” Lanjut Luna dengan ketus.

Serafin tidak mempedulikan Luna, ia malahan menyodorkan sebuah amplop pada Luna. Sebuah amplop berwarna putih dengan segel huruf A besar tercetak di sana.

Luna terperanjat dan hampir menumpahkan jus sayurannya.

“Ini segel Ayrish. Bagaimana kamu bisa mendapatkan ini?” Tanyanya.

“Begini… aku tak tahu bagaimana menjelaskannya. Tapi tadi pagi ketika aku bangun, tiba-tiba kepalaku menyelesaikan kepingan puzzle lengkap. Aku teringat bahwa beberapa tahun yang lalu sepertinya aku telah bertemu dengan Ayrish di sebuah toko kelontong dekat dengan rumahku yang lama. Ia menghampiriku yang sedang bosan menunggu Mom berbelanja, tersenyum, lalu menyerahkan amplop ini. Amplop ini aku selipkan di antara halaman novelku. Novel yang selama ini selalu kubawa-bawa karena itu pemberian almarhum nenekku.” Jelas Shalira.

“Dan yang aku tidak mengerti. Mengapa aku baru ingat hari ini, padahal sebelumnya aku tidak ingat.” Lanjutnya.

Luna melipat kedua tangannya di depan dada, “Hari ini. Bertahun-tahun yang lalu, ia memang bertemu denganmu. Pikirkan tentang penjelasan masuk akal dari semua ini.”

“Ayrish… melompat mundur? Ia pasti membalik waktu.” Serafin menduga.

Luna mengangguk sebagai tanda dukungan. “Coba buka amplop itu.”

Dengan hati-hati Serafin membuka segel amplop itu dan mengeluarkan secarik kertas yang berada di dalamnya. Tulisan tangan Ayrish rapi dan halus, mirip seperti tulisan tangan seorang perempuan.

Surat Ayrish

Serafin menghela nafas panjang. “Apa kira-kira yang ingin Ayrish sampaikan padaku?”

Luna menggeleng. “Aku pun tidak lebih tahu dari kamu.”

“Aku pun tidak bisa berpikir, Luna. Apa yang harus aku lakukan? Jawaban apa yang harus aku cari?” Serafin mulai tertekan.

“Tunggu… apa aku perlu bertanya pada Travesh?”

“Jangan.” Luna dengan cepat memotong kalimat Serafin. “Ayrish pernah memperingatkanku tentang dia. Dia memang tidak mengatakan langsung, tapi Ayrish pernah bilang bahwa tetua Incarnia berbahaya.”

“Travesh? Apa kamu yakin? Menurutku kamu lebih berbahaya, yang dengan tidak segan-segan mengatakan langsung di depanku bahwa kamu ingin membunuhku.”

“Terserah kamu mau percaya atau tidak. Tapi aku selalu percaya pada sebuah kutipan… keep your friends close, but keep your enemies closer.” Luna berdiri lalu kemudian meninggalkan Serafin di kafetaria itu.

(Bersambung)

Advertisements

4 thoughts on “#5 Sambungan Hati Jarak Jauh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s