#3 Orang Ketiga Pertama


Tulisan sebelumnya: Pukul Dua Dini Hari

Tahun 2021

Serafin mendorong tubuhnya masuk ke dalam ruangan kelas. Suara bising di dalam kelas itu malah membuat kepalanya semakin pusing. Tadi malam ia terjaga sampai pukul tiga dini hari hanya untuk membaca sebuah buku lama tentang pengatur waktu yang kemarin lusa diberikan oleh Travesh padanya.

Ia akhirnya sampai pada tempat duduknya. Sebuah kursi ketiga dari depan dan tepat di sebelah jendela besar yang menghadap langsung sebuah taman cantik yang dipenuhi oleh bunga-bunga beraneka warna. Saat musim semi, ia bahkan bisa mencium wangi bunga saat angin menerbangkan aromanya.

Secara tidak sengaja, Serafin menangkap pembicaraan ketiga teman sekelasnya.

“Eh, katanya ada anak baru loh hari ini?” Ucap perempuan berpita merah jambu yang namanya tidak ia tahu.

“Iya, tadi aku juga mendengar hal itu saat sarapan.” Kata perempuan berambut pendek sebahu menimpali.

“Tadi aku melihatnya saat di koridor. Ia memasuki ruangan tetua Travesh bersama dengan seorang wanita yang tidak aku kenal. Penampilannya aneh. Sepertinya dia tidak berasal dari Incarnia.”

“Memang seperti apa penampilannya?”

“Wanita itu memakai jubah dan ikat kepala berwarna merah sambil menenteng sebuah rapier.”

“Mereka dari Shalira. Guild mereka mengkhususkan pada kekuatan fisik dan persenjataan, berbeda dengan Incarnia yang berisi para ahli sihir.” Perempuan terakhir yang dari tadi diam terus akhirnya angkat bicara.

“Shalira? Untuk apa mereka datang kesini?”

Pembicaraan itu terputus saat seorang guru sihir memasuki ruang kelas. Ruangan yang tadinya bising kini langsung hening dalam seketika. Dan ketiga perempuan yang berbicara tadi pun sudah menghentikan pembicaraan mereka yang menggantung lalu kemudian duduk dengan rapi di kursi mereka masing-masing.

“Selamat pagi, Ingeniosi. Hari ini aku akan memperkenalkan siswa baru di asrama Incarnia. Dia adalah Luna. Dan hari ini adalah hari pertamanya di Incarnia. Silakan menyapanya.”

“Selamat datang, Luna.” Sapa seluruh murid dengan serempak.

Guru sihir itu kemudian mempersilakan Luna untuk duduk pada kursi kosong di belakang Serafin.

Luna langsung berjalan ke arah Serafin tanpa banyak bicara. Matanya tertuju dan terkunci pada kedua mata Serafin dengan tajam. Lalu, dengan tiba-tiba ujung bibirnya terangkat sedikit dan membentuk seringai kejam yang membuat Serafin kaget.

Bulu kuduk Serafin meremang. Ia merasa ada yang aneh pada diri Luna, tetapi ia tidak tahu itu apa. Terlebih lagi seorang Shalira muda di daerah Incarnia menambah keanehan tersebut. Tapi Serafin lebih memilih mengabaikan semuanya, ia memalingkan mukanya ke arah taman untuk menghindari pandangan Luna.

Pelajaran sihir kali ini pun sama saja bagi Serafin. Ia merasa guru sihirnya seperti sedang berbicara dalam bahasa planet lain yang tidak bisa ia mengerti, dengan semua mantra dan sebangsanya. Ia pun aneh, mengapa Travesh bersikeras menempatkannya di kelas itu. Padahal kemungkinan besar ia tidak akan lama berasa di sini, ia harus kembali melompati waktu.

Sebuah tepukan ringan pada bahu kananya membuatnya kaget. Serafin menoleh ke arah Luna.

Di sana Luna tengah tersenyum dan melambaikan tangan pada Serafin.

“Hmm… halo. Aku…”

“Serafin kan?” Tegas Luna.

“Bagaimana kamu tahu namaku? Kita kan baru pertama kali bertemu.”

Luna mendengus, “Ayrish beberapa kali bercerita tentangmu.”

Mata Serafin membelalak lebar dan bibirnya tidak mampu berkata apa-apa.

“Kamu kenal Ayrish kan? Jangan menyangkal kalau kamu tidak kenal.”

Akhirnya Serafin mengangguk. “Ayrish dimana sekarang?”

Serafin menyangka Ayrish selama ini selalu berada di Incarnia sebelum perjalanannya kembali dilanjutkan. Lalu bagaimana ia bisa kenal dengan Luna? Pikir Serafin.

“Kamu merasa aneh, bukan? Dan penasaran tentang siapa aku sebenarnya?” Luna tidak menggubris pertanyaan Serafin.

“Tenang saja, nanti juga kamu akan tahu. Aku adalah tunangan Ayrish. Dan aku kemari untuk membunuhmu.” Lanjut Luna.

(Bersambung)

Advertisements

2 thoughts on “#3 Orang Ketiga Pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s