Hari Minggu, Setahun yang Lalu


Laut. Kamera. Ayumi.

Ketiganya menjadi saksi bisu debaran jantungku yang mulai berdetak tidak karuan saat kamera memerangkap momenku dan Hishigi dengan berlatarkan sebuah lukisan alam berwarna biru.

“Kanae, masa jauh-jauhan gitu sih. Ayo lebih dekat lagi, frame kameranya engga masuk nih.” Ayumi berteriak dari seberang jalan.

Tidak bisa lagi. Aku takut ia mendengar detak jantungku jika aku terus mendekat. Aku tertunduk malu dengan pipi merona.

“Siap ya…” kata Ayumi

“1… 2… 3”

klik

***

Aku menutup kembali buku diariku sambil menatap laut yang tidak begitu jauh dari rumahku. Buku yang berisi curahan hatiku padamu. Angin musim gugur berhembus pelan menyentuh tubuhku dan membelai wajahku lembut. Aku menutup mata, berusaha mencari kehadiranmu dalam loker memoriku dan memproyeksikannya kembali di kepalaku.

Aku merebahkan tubuhku dan tidur terlentang di beranda depan rumah sambil mengangkat tangan kananku ke udara. Sebuah cincin perak pemberianmu dengan sebuah batu berwarna biru laut di atasnya masih kupakai di jari manisku. Semua selalu tentang biru. Pemicu semua kenangan tentangmu.

Aku selalu ingat tentang hari itu, tanggal 21 Oktober. Hari terakhir kali aku melihatmu sebelum kamu pergi ke Tokyo. Dan hari ini, tepat setahun  kamu mengucapkan janji itu. Janji yang sampai sekarang selalu kuingat.

Ayumi memasuki pekarangan rumahku dengan sepeda roda duanya. Wajahnya serius dan matanya tampak sembab. Aku langsung terduduk saat Ayumi mulai mendekatiku.

“Kamu menangis? Ada apa?” tanyaku.

Ayumi turun dari sepedanya dan langsung menyenderkan sepedanya pada dinding rumahku. Ia berjalan lalu kemudian duduk di sebelahku.

“Ini dari Hishigi.” Ayumi menyerahkan sebuah kotak kecil berwarna biru dari dalam tasnya.

“Hishigi mana?” tanyaku.

Ayumi tersenyum sedih, “Bukalah dulu.”

Aku langsung membuka kotak dihadapanku dengan cepat. Sebuah kalung perak dengan bandul batu sama seperti dengan cincinku. Di dalam kotak itu juga ada sebuah catatan kecil.

Kanae! Tanjoubi omedetou [1]

Seperti janjiku dulu, aku akan datang di hari ulang tahunmu. Aku harap kamu tidak mengintip hadiahmu ini dulu sebelum sampai di rumah.

Bulan depan, sebuah perusahaan besar akan berkerjasama denganku. Aku dipercaya oleh mereka untuk mendesain produk perhiasan mereka. Keren kan?

Nah… Kanae. Bulan depan aku akan datang lagi. Aku ingin menjemput sekaligus membawamu ke Tokyo. Kabulkan permintaanku ya…

Hishigi

PS: Besok pagi aku telepon. Selamat tidur ^^

Aku tersenyum saat membaca pesannya. Sudah kuduga, Hishigi memang berbakat. Dengan cepat ia mungkin bisa membuka galeri seperti impiannya.

Aku terdiam dan menyadari ada sesuatu yang tidak benar.

“Ayumi, mana Hishigi?” tanyaku penuh selidik.

Ayumi tertunduk lemas dan mulai menangis.

Aku tahu pasti ada sesuatu yang terjadi dengan Hishigi. Karena Ayumi adalah saudara kembar Hishigi.

Ayumi berbalik ke arahku dan merangkul erat tubuhku, “Kanae… tadi… mobil Hishigi kecelakaan. Aku… aku melihat dia menggenggam kotak itu dengan erat saat di rumah sakit. Aku langsung ke sini setelah dari rumah sakit untuk menjemputmu. Karena aku tahu Hishigi ingin sekali bertemu denganmu. Pemakamannya sore ini.” tangis Ayumi.

Tubuhku tak tahu harus merespon bagaimana. Otakku benar-benar buntu. Tanganku mulai gemetar saat butiran pertama air mata keluar dari mataku.

Aku tidak begitu ingat tentang peristiwa setelahnya. Tapi pemandangan laut biru di hadapanku, terus memudar bersamaan dengan derasnya air mata yang kukeluarkan. Tuhan, tolong kembalikan aku ke hari minggu, setahun yang lalu.


[1] (Jepang) Selamat Ulang tahun.

Protected by Copyscape Plagiarism Detection

Advertisements

5 thoughts on “Hari Minggu, Setahun yang Lalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s