H


Kenji membuka lokernya untuk pertama kali di pagi ini. Ia sengaja datang pagi-pagi sekali untuk memergoki seseorang yang selalu saja memasukkan sebuah surat kaleng di lokernya hampir setiap hari.

Awalnya sama sekali tidak ia gubris. Surat-surat itu berisi berbagai macam pujian bagi dirinya. Saat ia membawa timnya memenangkan turnamen antar sekolah, antar daerah, dan nasional. Tetapi akhir-akhir ini isi suratnya benar-benar membuat bulu kuduknya merinding.

Kenji membuka sebuah amplop dan mengeluarkan sepucuk suratnya. Ia membaca kembali surat yang seminggu lalu diterimanya.

Dan jika seseorang sudah tidak berguna lagi, biarkan ia patah dan mati.

-H-

Selama sebulan ini, tim sepak bola sekolahnya selalu saja menerima kekalahan. Ditambah lagi beberapa pemainnya ada yang mengalami cidera.

Mempertahankan gelar juara benar-benar sulit sekali. Dan sejak sebulan itu lah surat-surat dengan kalimat semacam itu terus datang setiap hari.

Sebuah tepukan di bahu kirinya membuyarkan semua pikiran Kenji. Saat menengok ke belakang, sahabatnya Ryuu sedang tersenyum jahil padanya.

“Ah… Ryuu! Kapan keluar dari rumah sakit?” antusias Kenji.

“Kemarin sore. Lagi pula hanya seminggu saja di rumah sakitnya.” canda Ryuu sambil meninju dada kiri Kenji pelan.

“Udah terbiasa dengan tongkatnya?” tanya Kenji.

“Lumayan.” balas Ryuu sambil tersenyum aneh.

Kenji mengabaikannya dan langsung mengajak Ryuu menuju lapangan. Di sana ternyata belum ada siapapun selain mereka berdua. Jadwal latihan rutin masih satu jam lagi, jadi Kenji memilih untuk melakukan pemanasan ringan sebelum ia memulai porsi latihan pendahuluan.

Ryuu menonton dari pinggir lapangan. Hatinya terasa sakit saat melihat Kenji bisa dengan bebas memainkan bola. Hal yang paling ia sukai lebih dari apapun di dunia ini.

Kenji berhenti memainkan bola dan berjalan ke tepi. Ia memposisikan tubuhnya duduk di sebelah Ryuu.

“Kok berhenti?” tanya Ryuu.

“Nanti saja bareng yang lain. Masih dingin nih.” kata Kenji sambil memasang jaketnya kembali.

“Kamu kok jadi malas sih.”

“Bukan malas, lagi banyak pikiran nih.” balas Kenji.

“Kenapa?” tanya Ryuu sambil menyerahkan sebuah botol minuman pada Kenji.

Dengan ragu Kenji mengeluarkan sebuah surat dari saku jaketnya dan menyerahkannya pada Ryuu, lalu menerima botol minuman itu.

“Gara-gara ini nih. Surat aneh yang selalu dikirim untukku.”

Ryuu membacanya sekilas lalu meletakkan tangannya di pangkuan. “Aku rasa aku tahu siapa pengirimnya.”

Kenji berbalik menghadap Ryuu. “Siapa?”

“Sebulan yang lalu. Kamu menjegal seseorang pada saat latihan sangat keras hingga orang tersebut mengalami retak pada tempurung lututnya. Lalu pada latihan tiga minggu setelahnya, ia kembali mengalami fraktur tulang. Dan apa kau tahu apa diagnosis dokter? Dia kemungkinan tidak bisa menendang bola lagi dengan benar.”

Kenji diam sambil menyatukan semua kepingan puzzle dengan benar.

“Tidak usah membantah isi kepalamu, Kenji. Kamu tahu betul siapa orang itu.”

“Kamu! Pengirim surat itu kamu kan? Honda Ryuu?” Kenji berteriak marah.

Ryuu terus menatap lapangan hijau di hadapannya dengan wajah sedih.

“Jika saja… kamu meminta maaf padaku sekali saja. Mungkin sakit hatiku akan hilang dengan sendirinya.”

Kenji tiba-tiba berdiri di hadapan Ryuu.

“Hentikan perbuatanmu itu. Kamu tahu sendiri kan? Itu bukan sepenuhnya salahku. Wajar bila sesuatu hal terjadi ketika kita sedang bermain. Aku tidak sengaja…”

Kenji berhenti bicara dan dengan cepat memegang lehernya dengan kedua belah tangannya.

“Apa… yang kamu la… ku… kan pada bo… tol mi… numan itu?” ucap Kenji terbata-bata.

“Sakit kan rasanya?” tanya Ryuu sambil memiringkan kepalanya sedikit.

“Ryuu…” Kenji mulai menangis.

“Ma… af”

Ryuu tersenyum dingin. “Sudah terlambat.”

Ryuu kemudian berdiri dan berjalan dengan menggunakan tongkatnya dan pergi menjauhi Kenji. Menjauhi lapangan hijau yang selalu ia sukai.

Protected by Copyscape Plagiarism Detection

Sumbangan judul dari @cizuchan. Enjoy 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s