[Book Review #9] Test Pack


 

Penulis : Ninit Yunita

Editor : FX Rudy Gunawan

Proofreader : Jeffri Fernando, Alit Tisna Palupi, Christian Simamora

Desain cover : Jeffri Fernando

Penata Letak : Nopianto Ricaesar

Penerbit : GagasMedia

Edisi : Cetakan kedelapan, 2010

Tebal : 200 halaman

ISBN :

ISBN (13) 978-979-3600-96-3

ISBN (10) 979-3600-96-9

Sinopsis singkat :

Menceritakan tentang sepasang suami istri, Tata yang seorang ahli hukum dan Rahmat yang seorang psikolog, sedang mengidam-idamkan seorang anak untuk melengkapi kehidupan pernikahan mereka yang telah berjalan selama 7 tahun. Berbagai cara mereka coba, mulai dari yang disarankan dalam dunia medis sampai cara nyeleneh yang “katanya” membantu mempercepat hamil.

Kehidupan mereka yang bahagia dan penuh cinta itu lambat laun menjadi retak gara-gara satu lembar surat hasil laboratorium. Tata yang merasa dunianya berakhir dan Rahmat yang merasa akan kehilangan dunianya mulai berjalan tak beriringan. Perpisahan menjadi satu-satunya kata yang terlintas di kepala mereka.

Review :

Awal perkenalan saya dengan buku ini terbilang lucu. Pada suatu hari saya melihat sebuah poster besar di dalam sebuah bioskop tentang sebuah film yang berjudul Test Pack. Test pack?! Itu kan alat pendeteksi kehamilan, pikir saya. Lalu lama kelamaan saya tahu bahwa ternyata film tersebut diambil dari sebuah buku dengan judul yang sama yang diterbitkan oleh GagasMedia. Tapi tunggu, saya tidak langsung membelinya. Berhubung daftar buku yang harus saya beli sudah membludak, jadi buku ini saya simpan di daftar bawah.

Hmm… mungkin betul ungkapan “kalau sudah jodoh bukan kemana”, sekitar minggu lalu seorang teman saya, Cizu meminjamkan buku ini pada saya.

Kemudian saya tertarik untuk membacanya dan memposisikan buku ini pada tempat teratas pada buku yang saya baca duluan. Alasan ketertarikan itu adalah pertama karena sampul bukunya dan kedua karena review pendek yang terdapat dalam sampul depan buku itu.

“Jangan kawin dulu sebelum baca buku ini” – Hagi Hagoromo, pekerja media

Siapa coba yang tidak mau menikah? Semua orang kalau ditanya jawabannya pasti MAU! Jadilah saya mulai membaca buku ini.

Secara keseluruhan buku ini menarik. Mengangkat tema yang jarang diangkat oleh orang lain. Bahasanya mengalir, humornya cukup menggelitik, tapi sayang masih saja ada salah tulis dan eja padahal sudah cetakan kedelapan.

Pilihlah seseorang apa adanya. Bukan karena ada apanya.

Kalimat itu cocok dengan isi buku ini yang menggambarkan cinta dan sebuah komitmen di atas segalanya. Untuk seseorang yang belum menikah seperti saya, buku ini cukup membuka wawasan saya mengenai bagaimana pernikahan nantinya.

Jadi kesimpulannya buku ini saya rekomendasikan sebagai bacaan ringan. Karena penuh dengan sisi positif yang dapat diambil dan dipelajari di dalamnya.

Quote favorit :

Will you still love them, then?

That’s why you need commitment.

Don’t love someone because of what/how/who they are.

From now on, start loving someone, because you want to.

Rating:

Recommended (3 dari 5 bintang)

Protected by Copyscape Web Plagiarism Detector

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s