[Book Review #8] Kimi wo Shinjiteru


Penulis : Rina Shu

Editor : Misni Parjiati

Tata Sampul : Ferdika

Tata Isi : Violet Vitrya

Cetakan Pertama : Februari 2012

Penerbit : DIVA Press (Anggota IKAPI)

Tebal buku : 351 halaman

ISBN : 978-602-191-221-8

Sinopsis singkat :

 Buku ini menceritakan tentang, Shira yang berprofesi sebagai wartawan musik trauma akan cinta. Ia pernh dikecewakan oleh cinta, saat cinta pertamanya memutuskannya demi orang lain. Kemudian muncullah Reiga, yang pelan-pelan mulai mencintai Shira dengan semua keterbatasan yang ia miliki. Tetapi untuk mendapatkan cinta Shira itu tidak mudah, Reiga sampai lelah dan akhirnya menyerah. Kemudian saat itu Reiga mendapatkan kesempatan untuk tinggal dan melanjutkan studi di Jepang.

Review :

Aha… buku tentang Jepang, tapi menulis Bahasa Jepangnya salah. Seharusnya “Aishiteru”, tapi malahan ditulis “Ashiteru”. Bukan hanya satu kali, kesalahan itu diulang sampai dua kali. Padahal waktu awal, pembaca pasti memaklumi kalau itu typo. Tapi kalau sampai dua kali, itu sih terlalu. Pada saat membaca malahan jadi geli sendiri.

Seperti buku lain yang diterbitkan oleh manapun, di buku ini pun terdapat kesalahan tanda baca, kesalahan penulisan, dan lainnya.

Untuk keseluruhan cerita, sebenarnya ide cerita yang diambil ringan. Tentang cewek yang pernah disakiti oleh cowok, kemudian menemukan kembali jalan untuk mencintai. Penyakit polio yang diderita Shira dan muscular dystrophy Rana menjadi nilai tambah dan rasa penasaran. Tapi sayang, sepertinya penulisnya terlalu fokus pada penyakit Rana. Shira mengidap polio kan? Kenapa tidak dibahas lebih detil? Itu yang terlintas dalam kepala ketika membaca lembar demi lembar buku ini.

Kemudian soal cover depan, menurut teman saya, Cizu, penulisan “Kimi wo Shinjiteru”-nya salah. Lagi-lagi tentang bahasa…

Kimi-nya tidak ditulis dalam kanji, malahan ditulis “Anata” dalam hiragana. Hmm… tidak ada translator ya? Di google translate aja tulisannya betul.

Membaca buku ini, lumayan agak membosankan. Banyak deskripsi yang tidak penting yang kadang-kadang saya lewati. Dan jujur, saya sih tidak menyukai karakter Shira. Dibalik sifatnya yang digambarkan tegar dan mandiri, Shira itu manja dan keras kepala. Tapi well… tidak menarik juga jika tokoh utamanya sempurna.

Untuk kesimpulan, buku ini masih bisa dijadikan teman minum kopi atau teh saat santai. Juga direkomendasikan untuk yang menyukai novel percintaan. Jadi saya rasa cukup 3 bintang untuk buku ini.

Rating :

Bagus (3 dari 5 bintang)

Protected by Copyscape Web Plagiarism Detector

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s