#5 Sepanjang Jalan Braga


Pram duduk di salah satu cafe di Jalan Braga sambil menghilangkan pegal pada kakinya sambil menatap dalam mata seseorang di depannya. Ia kembali dijebak oleh mahkluk manis yang selalu bergelayut manja padanya setiap waktu. Setelah perjalanan yang melelahkan pada minggu lalu ke kota Padang, kini ia harus menyusuri seputaran Bandung dengan berjalan kaki, gara-gara Ayu bilang cuaca hari ini sejuk dan bagus untuk berjalan-jalan.

“Pram, sejuk ya udaranya. Jarang-jarang jam segini Bandung sejuk.” Seru Ayu memecahkan suasana.

Ternyata betul, Ayu memang tidak bisa diam. Selalu saja melompat kesana kemari dan berceloteh tidak ada habisnya. Padahal ia baru saja mendapatkan ketenangan selama lima menit saja.

“Hmm…” Jawab Pram sambil terus menutup mata dan bersandar pada kursi empuknya.

“Kok jawabnya begitu aja sih.” Lanjut Ayu lagi.

Pram sudah hapal sekali akan ekspresi Ayu jika merajuk. Ia akan memajukan bibirnya dambil terus merenggut selama satu jam ke depan jika ada hal yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Pram membuka mata dan menatap Ayu, “capek nih, biarin aku istirahat sebentar ya.” Ajak Pram untuk meredam rajukan Ayu.

Sambil menutup mata, Pram masih bisa mendengar denting alat makan yang beradu dengan piring saat Ayu melahap makanannya.

“Yuk ah, kita jalan lagi. Kalau mau tidur di hotel aja sana.” Ajak Ayu.

Pram tahu Ayu pasti tidak akan tahan sebentar saja dalam keadaan hening seperti itu, tanpa ada teman yang bisa ia ajak berbicara. Tak lama kemudian, Pram membuka kedua matanya dan tersenyum pada perempuan di depannya.

“Ayo… jalan lagi.” Balasnya. Padahal ia benar-benar capek.

Mereka keluar dari bangunan cafe tersebut dan kembali melanjutkan berjalan di sepanjang Jalan Braga itu. Dulu, di sisi kanan dan kiri Jalan Braga terdapat kompleks pertokoan yang kental dengan arsitektur bergaya eropa. Sekarang ini, bangunan tersebut berusaha dipertahankan dengan diberi sentuhan modernisasi. Dan dengan cuaca sejuk seperti ini, berjalan di sepanjang Jalan Braga terasa seperti berjalan pada sebuah kota di eropa.

Pram kembali dalam berada dalam dunia khayalannya, dimana ia dan Ayu saling bergandengan tangan saling berbagi kasih sayang menyusuri jalan itu. Ah… tidak menyesal juga mengikuti keinginan Ayu yang tiba-tiba ke tempat ini. Ucap Pram dalam hati.

Tiba-tiba sebuah tangan mungil menyentuh telapak tangannya. Setelah mengusap telapak tangan Pram dengan lembut, jemari tangan itu kemudian mengisi setiap sela jemarinya dengan pelan.

“Pram?”

Pram menelan ludah.

“Kamu… suka sama aku ya?” Tanya Ayu kembali.

Kepalanya seperti tersengat listrik. Setiap langkah yang telah ia susun rapi seolah-olah kini dicuri oleh Ayu. Mau tak mau ia harus mempercepat aksinya.

Pram membuka mata dengan cepat lalu menghadap Ayu.

“Kamu. Sudah siap dengan setiap konsekuensinya?”

“Konsekuensi apa? Aku kan cuma tanya aja.” Dalih Ayu.

“Sekali ini saja aku ingin egois. Kalau aku jawab, terus aku tanya. Kamu harus terima ya?”

“Apaan sih kamu, sampai berbelit-belit gitu.” Kata Ayu dengan nada setengah bercanda. Padahal di wajahnya sama sekali tidak ada raut senang. Baru kali itu Pram melihat Ayu begitu tegang.

“Iya. Aku suka kamu.”

Terlihat senyum tipis di bibir Ayu yang merekah merah.

“Aku juga suka kamu, Pram.”

Balas Ayu sambil mengambil tangan Pram kembali, lalu kemudian sela jemari mereka saling mengisi.

Mereka kembali memejamkan mata dan menikmati kedamaian itu lagi dengan senyum terus terkembang di wajah keduanya.

“Jadi… gak usah lagi ya cari cara untuk menghabiskan waktu sama aku dengan menarik aku kesana-kemari. Aku selalu ada di sini kok, di dalam hati kamu.” Ucap Pram sambil menunjuk letak jantung Ayu yang mungkin kini berdetak tidak karuan.

Protected by Copyscape Web Copyright Protection Software

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s