#3 Jingga di Ujung Senja


[Seberang Ulu]

Arini, masih ingatkah kamu dengan janji kita setahun yang lalu untuk bertemu di sini pada saat senja datang. Di sisi Jembatan Ampera, di tepian Sungai Musi.

Arya menenteng kamera sakunya dengan cemas. Mencoba mengambil gambar keadaan Sungai Musi saat itu. Tapi gambar yang ia ambil dengan setengah hati, sama sekali tidak bagus hasilnya. Arya kembali menghapus puluhan foto itu. Kemudian ia mengecek kembali inbox email-nya, tapi pesan itu masih tetap sama, sama sekali belum ada balasan dari seseorang yang tunggu sejak pesan itu terkirim.

Arini, tanggal 14 Juni ini aku akan ke Palembang. Masih ingat janji kita kan?
Aku akan menunggumu di sisi Jembatan Ampera, tepat pukul 3 sore.

Sebuah pesan yang ia ketikkan tanpa rencana tepat sebelum pesawatnya mengudara kemarin pagi di Jakarta. Dan disinilah sekarang ia berada, berharap Arini masih ingat dengan janji mereka.

Dua jam telah lewat dari waktu yang dijanjikan. Padahal penerbangan Arya hanya tinggal satu setengah jam lagi. Dengan tidak sabar ia mengetuk-ketukkan kaca pada jam tangannya dengan cepat. Tidak sabar untuk bertemu dengan perempuan manis berambut panjang itu.

Arya berjalan di sekitar daerah Seberang Ulu di sisi Jembatan Ampera itu sambil meneliti wajah setiap orang yang lalu lalang di depannya. Beberapa orang pun datang dari berbagai tempat untuk mengagumi keindahan Sungai Musi. Tetapi kebanyakan dari mereka datang berpasang-pasangan. Sungai pun riuh dengan suara mesin perahu motor yang bersahut-sahutan datang dan pergi membawa para penumpang yang ingin menyeberang sungai.

“Pak Arya, kita harus sudah mulai berangkat ke bandara. Takutnya nanti jalanan macet dan Bapak ketinggalan pesawat.” Ujar Pak Salihin, supir perusahaan Arya selama di Palembang.

Arya melihat kembali jam tangannya, kini tinggal satu jam lagi dari waktu pesawatnya lepas landas. Hatinya kalut, sungguh ingin bertemu dengan Arini.

Arini tiba-tiba memutuskan untuk pulang kembali ke kampung halamannya dengan menerima kesempatan yang diberikan padanya menjadi guru sebuah SMK. Dan sejak itu, semua keberadaan tentangnya seolah menghilang. Nomor ponselnya tidak aktif, nomor telepon rumahnya tidak bisa kuhubungi, bahkan ia pun telah pindah dari rumah tersebut menurut informasi yang diberikan Pak Salihin padaku. Hanya sebuah email saja yang tersisa darinya, dan itupun entah ia terima atau tidak.

Semburat jingga muncul perlahan di langit membuat Arya menghentikan nafas sesaat mengagumi keindahan ciptaan-Nya. Seharusnya ia bisa mengabadikan saat-saat itu bersama Arini dalam beberapa lembar foto. Tetapi momen itu teryata terlewat begitu saja.

“Pak Arya… bagaimana ini. Apa mau dibatalkan saja pesawatnya?” Tanya Pak Salihin kembali.

Kepala Arya melayang pada beberapa meeting yang harus ia hadiri esok hari. Tidak mungkin ia tidak datang dalam rapat tersebut hanya sebuah alasan pribadi walaupun seberapa inginnya ia bertemu dengan Arini.

Dengan lesu akhirnya Arya menjawab pertanyaan Pak Salihin.

“Ya sudah, pak. Ayo kita pergi… mungkin Arini memang belum membaca pesanku.” Katanya menghibur diri.

Arya menatap Jembatan Ampera yang berlatarkan senja yang hampir tenggelam untuk terakhir kalinya sambil terus memanggil-manggil nama itu.

Arini…

***

[Seberang Ilir]

Seorang perempuan berlari kesana-kemari sambil melihat setiap wajah yang ia harap ia kenali. Sisi Jembatan Ampera di Seberang Ilir bukan hanya sejengkal saja. Ia tidak bisa menyisir seluruh tempat ini tanpa terlewati sedikit pun.

Tapi, harapannya pupus. Ia tidak bisa bertemu dengan orang yang ia rindukan. Padahal setiap hari selama setahun ini, keinginannya sangat besar untuk bertemu dengannya.

Mas Arya, dimana kamu?

Matahari senja yang tadi berwarna jingga pun akhirnya terbungkus dalam kegelapan malam, diikuti dengan desahan nafas Arini yang semakin berat. bulit-bulir air mata mengalir pada kedua pipinya yang bersemu merah.

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Tool

Advertisements

10 thoughts on “#3 Jingga di Ujung Senja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s