Karin’s Melody


Aku berlari di sepanjang jalanan Shinjuku dari sekolahku saat ini. Aku sudah terlambat untuk memulai shift kedua di tempatku bekerja. Semua ini gara-gara aku dipanggil oleh guru wali kelasku. Terus terang itu sangat menyebalkan. Terutama jika itu berhubungan dengan aktivitas kerja part time-ku. Memang sih, beberapa minggu belakangan ini aktivitas kerjaku menggila. Hampir setiap hari aku diminta untuk datang, karena tempat kerjaku kebetulan sedang kekurangan tenaga gara-gara salah seorang rekan kerjaku mengundurkan diri karena telah diterima untuk kuliah di luar kota.

Sebuah petikan gitar menghentikan langkahku. Aku langsung mencari sumber suara itu. beberapa pojok kota ini selalu bertebaran pemusik jalanan yang sedang melakukan pertunjukkan live. Tapi entah mengapa, aku tidak begitu tertarik untuk melihatnya sampai saat ini. Alunan nadanya menenangkan gendang telingaku, membuai setiap syaraf dalam tubuhku, dan menarikku mendekat.

Aku berjalan perlahan sambil terus mendengarkan lagu itu. Kakiku melangkah ke arah yang sama sekali bukan tujuanku. Menjauhi jalan menuju tempat kerjaku.

Sekitar lima langkah di depanku, aku melihat seorang gadis berambut hitam sebahu sedang asyik memainkan gitarnya. Matanya terpejam sembari jemarinya lincah bergerak memindahkan kunci nada pada senar gitar. Ia benar-benar tenggelam dalam dunianya sendiri. Tak peduli dengan tatapan dan pikiran orang lain tentangnya.

Di beberapa bagian –yang kuduga seharusnya berisikan beberapa bait lirik– ia bersenandung asal. Mengisi bagian yang kosong tersebut dengan gumaman aneh. Semakin mendekati akhir, ia semakin menghayati permainannya. Lalu pada saat tiba di akhir lagu, aku bertepuk tangan dengan pelan. Bahkan kedua tanganku pun tersihir oleh lagu itu. lagu yang sama sekali belum pernah kudengar. Lagu miliknya.

Ia membuka mata dengan cepat. Rupanya tepukan tangan itu mengagetkannya. Tapi ia segera pulih dan tersenyum manis ke arahku. Sangat manis.

Kon’nichiwa[1].” Sapanya.

Aku mengangguk perlahan. Bingung harus membalas apa. Tidak kusangka sama sekali, ia akan berbicara denganku.

Daijōbudesuka? Kon’nichiwa, watashi no namaeha Karin desu. Watashi no uta o kiite kurete arigatō[2].” Katanya sambil membungkuk perlahan dalam duduknya.

Pertemuan dan perkenalan yang singkat itu mulai menjadi candu. Setiap hari aku tetap saja berlari sepanjang jalan dari sekolahku. Tapi kali ini bukanlah menuju tempat kerjaku, melainkan mendengarkan melodi Karin. Awalnya mungkin hanya akulah satu-satunya penontonnya. Tapi seiring berjalannya waktu, Karin mulai menemukan beberapa pendengar musiknya.

Memang tidak banyak. Tapi kupikir itu cukup untuk menyemangatinya, sebagaimana lagu yang Karin ciptakan bisa menyemangatiku.

Karin, watashi wa sugu ni, raibu debyū pafōmansu o matteimasu. Budōkan[3] ne…[4]” Kataku serius saat Karin telah menyelesaikan live street performance-nya hari ini.

Tapi entah mengapa ia hanya menanggapiku hanya dengan sebuah tawa lepas saja.

Nee~ Shota-kun.” Jawab Karin.

Pupil matanya membesar. Dan kerlingan bening matanya merefleksikan keinginannya begitu jelas. Ia pun memiliki impian itu.

Semoga berhasil Karin. Sampai kapanpun, aku adalah fans nomor satumu.


[1] (Jepang) Halo atau selamat siang.

[2] (Jepang) “Apa kamu baik-baik saja? Halo, namaku Karin. Terima kasih ya sudah mendengarkan laguku.”

[3] Nippon Budokan (日本武道館) adalah gedung aula serbaguna di pusat kota Tokyo, Jepang. Merupakan tempat konser musik berskala besar.

[4] (Jepang) “Karin, aku akan menunggu debut pertunjukan live-mu. Budokan ya…”

Protected by Copyscape Web Plagiarism Check

Sebuah #FFDadakan untuk #YUI17Melodies

Advertisements

One thought on “Karin’s Melody

  1. Pingback: #FFDadakan – Karin’s Melody | #YUI17Melodies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s