Self Motivation. Aha!


Menulis. Bagi sebagian memang susah (termasuk saya). Eits… jangan salah, sebagian orang itu menganggap karena awalnya tidak mau mencoba. Ada banyak bentuk karya tulis, seperti jurnal, artikel, cerpen, puisi, prosa, flash fiction, coretan iseng tentang curhatan atau kadang meracau, dan lainnya.

Sebagai contoh flash fiction. Apa itu flash fiction?

“Flash fiction adalah karya fiksi yang sangat singkat, bahkan lebih ringkas daripada cerita pendek. Walaupun tidak ada ukuran jelas tentang berapa ukuran maksimal sebuah flash fiction, umumnya karya ini lebih pendek dari 1000 atau 2000 kata. Rata-rata flash fiction memiliki antara 250 dan 1000 kata. (Sebagai perbandingan, ukuran cerita pendek berkisar antara 2.000 dan 20.000 kata. Rata-rata panjangnya antara 3.000 dan 10.000 kata).” – Wikipedia

Rata-rata jika ada ide di dalam kepala, waktu yang dibutuhkan oleh saya untuk menulis flash fiction adalah sekitar 30 menit sampai dengan 1 jam. Hitung-hitung, FF yang dibuat adalah sebanyak 500 kata per tulisan.

Lalu jika dalam 1 hari, kesempatan menulis saya adalah sebanyak 3 jam (yang selama ini dipakai untuk chatting, tweeting, dan lainnya), maka dalam waktu 2 minggu saja saya akan bisa melahirkan sebuah novel yang panjangnya sebanyak 42.000 kata. Wow! Jumlah yang fantastis bukan?

Tapi angka itu kadang hanya tercetak tebal pada kertas saja. Lalu kertas itu nantinya dilupakan, dinanti-nanti, terlipat, dan terbuang percuma jika tidak dilakukan secara nyata.

Tulisan ini dibuat bukan dimaksud untuk menggurui. Tetapi saya bermaksud memotivasi diri saya (yang sampai sekarang mandeg nulis novel) untuk berpacu dengan tenggat waktu dan tidak membuang-buang waktu dengan percuma.

Ada yang sependapat dengan saya? Atau ada jurus-jurus ampuh? Saran boleh, kritikan juga oke. Share ya…

Happy writing 😀

Advertisements

4 thoughts on “Self Motivation. Aha!

  1. Menulis memang membutuhkan lebih dari sekadar tekad yang kuat, menulis juga membutuhkan komitmen yang kukuh. 😉

    Salah satu yang biasa aku lakukan untuk mempertahankan ‘kesenangan’ menulis itu, biasanya dengan menulis duet, Tam. Menulis duet melatih ketajaman rasa dan juga sangat menghibur, anyhow. 🙂

    Sukses untuk novelnya. 🙂

    • Iya, duet memang menyenangkan. Tapi kadang, untuk menemukan partner duet itu agak susah. Apalagi menyamakan waktu. Hmm…

      Anyway… thanks ya untuk masukannya. Sukses juga untuk novelnya Teguh 😀

      • Pada dasar, hal-hal yang Tammy utarakan sebelumnya masih bisa dikompromikan kok. Dan kemungkinan untuk mendapatkan momen yang tepatnya pun juga cukup besar. 😉

        Well, keep on writing then! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s