Selamat Ulang Tahun, Kamu!


Kutatap sebuah kotak persegi yang telah dilapisi dengan kertas kado berwarna merah jambu dan sebuah pita yang melilit disekelilingnya, sehingga mempermanis tampilan kado itu.

Semoga gelang berbandul kupu-kupu itu disukai oleh Arina, ucapku dalam hati.

Aku tersenyum cerah saat seorang gadis kecil mendekatiku. Dengan cepat, langsung kusimpan dan kusembunyikan kado itu. Lalu kuraih kedua tangan mungilnya yang menggapaiku.

“Bundaaaa.” Celotehnya riang.

Langsung saja kugendong Arina dan kududukkan di pangkuanku.

“Arina tadi belajar apa saja dengan Pak Slamet?” tanyaku padanya.

Ia mengangkat lengan kanannya ke udara dan menunjukkan luka memar kemerahan padaku.

“Tadi aku jatuh, bunda. Waktu bermain lempar bola.”

Seketika binar di matanya menghilang, menyisakan sebuah kabut tipis yang kemudian berubah menjadi air mata yang turun pada kedua pipinya yang bersemu kemerahan.

Aku menepuk-nepuk kepalanya perlahan, “sudah. Tidak apa-apa, besok juga pasti sudah sembuh lagi.” Kataku menyemangatinya.

Ia mengangguk perlahan.

“Pokoknya kalau pelajaran olahraga lagi, Arina engga mau main lempar bola.” Keluhnya sambil mengerucutkan bibir mungilnya maju ke depan.

Aku mencubit pipinya gemas. Ia langsung mengeliat melepaskan, lalu kemudian memelukku erat.

“Oh iya… bunda punya sesuatu untuk Arina lohhh.” Ucapku merayunya.

Ia tertarik. “Apa, bunda? Aku mau lihat.” Balasnya riang. Sama sekali lupa dengan lupa di lengan kanannya.

Aku langsung mengambil kotak merah jambu itu, dan langsung kusodorkan padanya.

“Selamat ulang tahun ya, Arina sayang.” Kataku padanya.

Arina langsung berteriak histeris. “Ahhh! Makasih bunda!”

Kedua tangan munggilnya menggapaiku dan memelukku dengan erat, berbarengan dengan datangnya sebuah mobil SUV hitam di luar pagar sekolah dasar itu.

Hatiku teremas. Dengan malas kulepaskan kuncian Arina pada tubuhku. Bahasa tubuh Arina pun selaras denganku. Mendadak ia malas menghampiri SUV hitam itu dan terus menatapku iba.

“Aku mau bunda yang jadi bundaku, bukan dia.” Ucapnya murung padaku sambil menelengkan kepala ke arah seorang wanita berkacamata hitam yang baru saja turun dari mobil itu.

“Tapi dia ibumu, sayang. Ibu kandungmu.”

Arina memotong perkataanku dengan cepat, “dia jahat. Dia gak pernah sayang sama aku.”

Aku teringat pada tanda biru keunguan yang timbul pada punggung Arina beberapa hari yang lalu. Memar itu Arina tutupi dengan alasan terjatuh. Tapi aku tidak percaya, karena aku melihat sorot benci Arina pada ibu kandungnya.

Kulepaskan kembali tangan Arina yang masih membelengguku, lalu menatapnya kedua matanya.

“Ikutlah ibumu pulang. Sabar ya… sebentar lagi. Hadiah ulang tahun yang lebih besar akan kuberikan padamu.” Kataku padanya sambil mengecup keningnya sekilas.

Ia pasrah dan berbalik dengan enggan. Bayangan tubuhnya kutatap lekat-lekat sampai akhirnya menghilang di balik SUV itu.

Dengan cepat kuraih ponselku, menekan sederet nomor, lalu menunggu nada sambung sebelum pemilik nomor itu mengangkatnya.

“Halo sayang… apa kabar kamu hari ini?” sapa sebuah suara diujung sana.

“Mas. Pokoknya aku minta mas cepat ceraikan istri mas. Aku mau cepat-cepat jadi bundanya Arina.” Kataku terburu-buru.

Protected by Copyscape Duplicate Content Software

Ditulis untuk #FFSpesial dalam rangka ulang tahunnya @momo_DM. Mau ikut berpartisipasi aja, walau isinya agak melenceng. Haha…

Selamat ulang tahun ya! 😀

Advertisements

5 thoughts on “Selamat Ulang Tahun, Kamu!

  1. Pingback: [#FFSpesial] ~ Selamat Ulang Tahun, Kamu | ~ deoemo ~
  2. bagus 😀
    siapa bilang bukan ibu kandung gak bisa sayang ya..
    stigma yang selama ini beredar udah salah kaprah hehe.. padahal semuanya tetap tergantung orangnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s