Kisah Kupu-kupu yang Lucu


Aku mengunyah daun dengan semangat. Di sebelahku terdapat seekor ulat cantik juga yang tengah mengunyah daun dengan semangat yang sama. Kami selalu bersama-sama setiap waktu. Ia adalah teman pertamaku. Kami bertemu saat saling berebutan mengunyah daun terakhir dari pohon mawar. Tapi kemudian daun tersebut malahan terbang tertiup angin.

“Hiku… ayo kita pindah ke daun selanjutnya.” Ajakku.

“Ayo.” Jawabnya mengiyakan ajakanku.

Saat itu adalah saat terakhir aku bertemu dengan Hiku. Sudah lebih dari dua minggu ia menghilang tanpa kabar. Dan rasa yang dulu aku tidak hiraukan, kini muncul. Aku merindukannya.

Pada saat aku berjalan menyusuri hutan hujan tropis ini, seekor kupu-kupu nan cantik terbang mendekat.

“Halo, Coki. Apa kabar?” Tanyanya.

“Kamu siapa?” Aku bertanya balik padanya. Bingung karena sebenarnya aku baru bertemu pertama kali dengannya.

“Bodoh. Ini aku… Hiku.”

Aku menatap tubuhnya dengan lekat. Menyelidik setiap milimeter tubuhnya dan mencari tanda-tanda persamaan dengan Hiku.

“Kamu bukan Hiku. Yang kutahu, Hiku itu seekor ulat berwarna hitam, kuning, dan putih. Sedangkan kamu itu adalah seekor kupu-kupu.” Kataku akhirnya.

Ia tertawa tertahan.

“Semua ulat akan berubah menjadi kupu-kupu tahu! Itu dinamakan proses metamorfosis. Kamu pun akan mengalami hal yang sama.” Jelas Hiku.

“Benarkah?” Tanyaku tidak percaya.

“Kalau tidak percaya, akan kubuktikan. Dalam beberapa hari, kamupun akan menjadi pupa atau kepompong. Lalu setelah minimal dua minggu, kamu akan berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan lucu.” Lanjutnya.

Aku mendengarkan penjelasannya dengan semangat. Berharap apa yang dikatakannya itu adalah benar. Semoga saja aku yang hitam, kumal, dan jelek ini, bisa berubah menjadi cantik seperti dia.

Masa itu pun tiba. Dalam waktu yang tidak lama setelah pembicaraan terakhirku dengan Hiku, aku berubah menjadi kepompong. Kunantikan waktu dua minggu itu dengan suka cita.

***

Aku menatap Hiku dari kejauhan. Warna sayapnya yang cantik dari jauh dapat kulihat. Beberapa hari ini, ia memang mencariku kesana kemari. Aku tertunduk lesu, menatap daun yang menguning karena tercabut dari tangkainya. Kepercayaan diriku jelas-jelas runtuh. Bagaimana aku bisa terus berada di dekatnya dan menyanyanginya. Jika ternyata dunia kami berbeda. Perlahan-lahan aku terbang menjauh darinya. Menyadari kami tidak bisa bersama lagi.

Aku. Si ngengat yang merindukan kupu-kupu.

Protected by Copyscape Online Copyright Protection

 

Advertisements

4 thoughts on “Kisah Kupu-kupu yang Lucu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s