#14 Jalan Mimpi


Aku melihat pada layar monitor dengan perasaan was-was. Sebuah kotak chat muncul di tengah-tengah layar, aku mengklik minimize. Pesan itu akan ku balas nanti, janjiku. Dengan tidak sabar si pengirim pesan mengirimkan beberapa baris kalimat kembali, sehingga menyebabkan kolom taskbar berkedip-kedip. Aku kembali mengacuhkan.

Tab email ku refresh sekali lagi. Tapi pesan yang ku tunggu belum juga datang. Padahal seharusnya setengah jam yang lalu aku sudah menerimanya. Dengan pasrah aku menghembuskan nafas panjang.

Ku tekan kolom chat yang berkedip-kedip itu. Seperti yang ku duga, itu dari Damar.

Dinda?

Kok ga kasih kabar… Gimana pengumumannya? Lulus?

Halooo… I’m waiting…

Beberapa pesan darinya ku baca satu persatu. Ia pun sama cemasnya sepertiku. Ku ketikkan balasan singkat.

Ga dapet emailnya 😦

Setengah sebal aku memutuskan jaringan internetku. Ku matikan komputerku, lalu kemudian ku naiki tempat tidurku.

Aku termenung menatap bola lampu yang kini tidak menyala. Beberapa pertanyaan hinggap di kepalaku, namun tidak satupun dapat aku jawab. Aku lalu membalikkan badanku menatap tembok di sebelah kananku dan ku coba untuk tidur dengan memejamkan mataku. Walaupun lama, akhirnya kesadaranku sedikit demi sedikit menghilang juga, terlelap di alam mimpi.

***

Damar lari tergopoh-gopoh ke arahku. Aku baru saja tiba di bangku sekolahku, sengaja terlambat.

“Gimana? Kok tadi malem balesannya cuma begitu?” Tanyanya sambil terus mengatur nafasnya karena ia baru saja berlari-lari.

“Gak ada emailnya, Mar. Gue gak lulus.” Jawabku.

Aku langsung menghempaskan tubuhku pada kursi di hadapanku. Melipat kedua tangan di depan dadaku dan mendengus sebal. Damar langsung menyambar kursi di depan mejaku dan mendudukinya.

“Masa sih? Padahal gue yakin lo pasti lolos, Nda.”

“Ya mana tahu. Mungkin emang gak bagus aplikasi gue.” Ucapku kini, tapi sekarang dengan nada pasrah.

Dia tak tahu harus berkata apa-apa lagi, lalu ia mulai memelintir tali tasku untuk mencari kesibukan.

“Kok jadi lu yang sedih sih…” Kataku sambil menepuk tangannya.

Ia mengulaskan sedikit senyum pada wajahnya, “soalnya gue tahu pengorbanan lo ikut lomba itu, Nda.”

Aku menepuk bahunya kuat-kuat, “yuk ah ke kantin. Gue belum sarapan nih.” Ajakku sambil berjalan menuju pintu kelasku.

Sikapku kali ini bertolak belakang dengan apa yang ku rasakan tadi malam. Beberapa jam setelah aku tertidur pulas, aku terbangun dengan gelisah. Lomba itu ternyata menyita lebih banyak pikiranku lebih dari yang ku duga. Menyesal? Iya, sangat. Tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa tentang hasil lombanya. Padahal, jika saja aku menang. Mungkin aku bisa melanjutkan kuliah. Tapi karena aku gagal, mungkin aku akan mengambil rencana keduaku. Langsung  bekerja setelah lulus. Karena perekonomian keluarga kami tidak akan bisa menutupi biaya kuliah yang tidak murah harganya.

Waktu tadi pagi pun, wajah ibu tampak kecewa dibalik kalimat “tidak apa-apa”-nya. Ia berharap aku bisa melanjutkan pendidikan lewat jalur beasiswa.

“Udah, ga usah terlalu dipikirin. Nanti ikut seleksi yang lain juga ya.” Ucap Damar seperti sedang membaca pikiranku saat ini.

Aku tahu aku tidak bisa menyembunyikan perasaan kecewaku padanya. Ia selalu memberi semangat di saat aku membutuhkannya.

Jangan menyerah
Kita pasti bisa meraih
kejayaan yang bersinar itu
Kau menangis?
Tak bisa tidur sendiri di malam hari
dan memeluk lututmu
Tapi ini bukan saatnya untuk menangis

Sayup-sayup terdengar suara lagu di ruangan kantin itu. Aku menatap lekat pada wajah Damar, “iya. Gue bakal coba ikut seleksi yang lain. Gak akan menyerah sampai dapet.”

Ia lalu tersenyum dengan gembira, “nah gitu dong. Itu baru Dinda-nya gue.”

“Apa? Gue siapanya lo?” Aku langsung bereaksi pada penyataannya.

“Engga… engga.” Ucap Damar sambil bersiul panjang dan berjalan berlalu di depanku.

Protected by Copyscape Plagiarism Scanner

Ditulis untuk #YUI17Melodies dengan tema judul lagu Gloria

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s