Dariku di Masa Depan


Untuk Tammy kecil,

Ingatkah kamu saat di taman kanak-kanak dulu, kamu menangis begitu kencangnya karena tidak mau ikut memakai busana daerah saat peringatan Hari Kartini? Mama sampai pusing bagaimana lagi membujukmu. Penyebabnya adalah saat seorang temanmu meledekmu dengan ucapan jahil, “Adeuh… Amy sama Andi pacaran nih. Sampe pake bajunya samaan.” Padahal lelaki itu adalah sepupumu sendiri. Kemudian beberapa tahun setelah itu, kamu pun ngambek dan tidak pernah mau memakai kebaya lagi.

Juga ingatkah kamu? Saat kamu bolos sekolah agama, papa begitu marah dan menghukummu. Tidak apa-apa, ia ingin sekali kamu menjadi anak yang sholeh dan tahu cara membedakan mana yang benar dan salah.

Lalu ingatkah kamu dengan saat semua orang rumah mencarimu ketar-ketir sampai malam? Papa yang khawatir dan mama yang terus menangis bertanya-tanya ada apa denganmu. Ternyata kamu hanya kemalaman main di rumah temanmu dan lupa memberi kabar. Tapi begitu papa menemukanmu, bukanlah amarah yang ada di dalam matanya. Melainkan perasaan lega karena masih bisa bertemu lagi denganmu. Begitu pula mama, saat melihatmu ia hanya terus memelukmu erat sambil terus menggumamkan syukur.

Mungkin karena kejadian itulah, mama menjadi semakin over protective terhadapmu. Tapi pahamilah, jangan menentangnya. Karena sebetulnya ia sangat sayang padamu.

Beberapa kegagalan pun hadir dalam hidupmu. Tapi kamu harus tahu, kegagalan itu adalah jalan yang dipilihkan oleh Tuhan agar kamu sekarang berjalan pada takdirmu. Ia memilihmu merasakan pahit dan manisnya kehidupan agar kamu kuat.

Mulai dari kecil sampai sekarang ini, semua orang mengenalmu karena sering tersenyum. Di saat apapun, sebisa mungkin membawa kebahagian kepada orang di sekitarmu. Lalu kemudian, ada saat saat dimana senyum itu pudar kemudian menghilang. Saat usia bertambah, dan masalah menjadi semakin banyak.

Berusahalah terus tersenyum. Senyumanmu bisa menjadi kekuatan orang-orang disekitarmu.

Dari,

Dirimu di masa depan

Advertisements

One thought on “Dariku di Masa Depan

  1. Pingback: [#ForYoungerMe] ~ Dariku di Masa Depan | 15 Hari Menulis Flash Fiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s