Senja di Sore Ini


Langit mulai temaram, pertanda memasuki waktu malam. Perlahan-lahan matahari mulai tenggelam, membawa serta senja lalu menghilang. Semburat jingga masih tersisa disana dan warna malam mulai datang menggantikan.

Aku termenung sendirian di sebuah kursi taman di kotaku. Melepas penat setelah aktivitas seharian sembari menunggu suara adzan berkumandang. Lalu lintas sudah mulai lengang. Hanya beberapa kendaraan saja yang melintas kini. Ku mainkan sepatu kets-ku, menjejakkan kaki beberapa kali pada tanah. Rasa bosan terpancar jelas dari wajahku. Tiap hari aktivitas yang ku lakukan selalu sama, itu-itu saja. Tidak ada perubahan. Ingin rasanya pergi berlibur ke suatu tempat dan melupakan semua masalah untuk sejenak. Pikiranku melayang pada beberapa tempat indah yang ingin ku kunjungi. Lambat laun senyumku terkembang saat membayangkannya. Taman Laut Bunaken, Pantai Kuta, Gili Trawangan, Pulau Tidung…

Beberapa pilihan tempat itu sangat menggiurkan. Tapi dibalik semua itu, ada satu tempat yang paling aku kunjungi saat ini. Tempat itu adalah kotamu. Dimana aku dapat melepas rindu dan bertemu denganmu.

Sosokmu tiba-tiba terpancar jelas di depan mataku, bagaikan sebuah hologram. Bermata sendu, senyum hangat yang samar, juga rentangan kedua tanganmu yang selalu terbuka untukku, dengan berlatarkan pelangi yang datang setelah hujan pada pertemuan terakhir kita. Kututup mataku, kuserap ingatan tadi itu dan kuputar beberapa kali dalam kepalaku. Aku yang tidak pernah bosan-bosannya mengamatimu ketika kau berada dalam jangkauan radarku. Lalu kemudian kau melakukan hal yang sama denganku. Tanpa banyak bicara, kau mengingatku lekat-lekat dalam ingatanmu sebelum saatnya kita berpisah kembali.

Apa kau tahu Ada berapa tanya disaat kau diam?
Ada berapa rindu disaat kau jauh?
Ada berapa kenangan disaat kita saling merindu?
Sebaris kata darimu, walaupun itu singkat. Sungguh sangat berarti.

Teringat pada ucapanmu yang memintaku jangan pergi. Atau pada saat kita berjauhan, memintaku untuk cepat kembali pulang.

Aku mengeluarkan sebuah ponsel dari dalam saku celanaku. Ku buka alamat kontak dan ku cari sebuah deretan angka yang merupakan nomor teleponmu. Ku tekan tombol call. Nada sambung yang terdengar merupakan musik pembuka obrolan kita kali ini. Untuk saat ini, mungkin hanya itu yang bisa ku lakukan. Tunggu aku dengan sabar ya disana…

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

Catatan : ditujukan untuk seseorang yang selalu menungguku dengan sabar

The painting is painted by Leonid Afremov

Advertisements

8 thoughts on “Senja di Sore Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s