[15] Menikahlah Denganku


Bobot benda yang berada dalam saku celana katun Banyu kini beratnya terasa berpuluh-puluh kilogram. Semua kisah hidupnya sebelum ini terpusat pada benda itu. Hari ini, ia sengaja memesan tempat di salah satu restoran terbaik di kotanya untuk acara spesialnya. Ia pun memakai pakaian paling rapi.

Jam menunjukkan pukul delapan tepat, tapi orang yang ia tunggu-tunggu belum datang juga. Ia gelisah di tempat duduknya. Sesekali ia melayangkan pandangan ke luar melalui kaca jendela di sebelah kirinya. Ia mengecek kembali benda itu. Memastikannya masih tetap tersimpan dengan manis disana.

Tiba-tiba sesosok malaikat menghampirinya. Setidaknya itulah yang dilihat Banyu malam itu. Laras cantik sekali dalam balutan gaun putih selutut dan dengan ornamen bunga lili sebagai pemanis rambutnya. Saat ia duduk di hadapan Banyu, musik latar berganti sendu. Terdengar suara seksi saxophone mengiringi lagu You and I dari Stevie Wonder.

Here we are on earth together,
It’s you and I,
God has made us fall in love, it’s true,
I’ve really found someone like you.

Suasana malam itu terasa romantis. Laras tersenyum manis saat mereka saling menautkan jari sambil menunggu pesanan makan malam mereka. Irama musik terus mengalun, menenggelamkan pikiran penat dari aktivitas hari ini. Pokoknya harus malam ini, yakin Banyu.

“Kamu serius sekali. Ada apa sih? Ada sesuatu yang istimewa ya?” Ucap Laras lembut.

“Iya.” Jawab Banyu singkat.

“Kamu naik jabatan ya?” Tanya Laras lagi.

“Bukan, sayang. Ayo habiskan makanannya.” Banyu berkelit mengalihkan perhatian Laras.

Banyu tersenyum lagi. Entah kenapa lidahnya kelu malam ini. biasanya ia dengan santai akan membalas semua ucapan Laras. Tapi malam ini pikirannya terfokus pada hal lain. Hal yang lebih penting dari sekedar kalimat basa-basi biasa.

Banyu menarik tangan Laras. Membelai setiap jemarinya. Ia tak tahu sejak kapan mulai sangat jatuh cinta dengan Laras. Tapi mencintai Laras itu terasa mudah. Semudah saat ia bernafas, tanpa disadari. Tangan Banyu merogoh saku celananya, mengambil cepat kotak itu. Ia memanfaatkan suasana saat ini yang semakin romantis.

Dengan tiba-tiba ia melepaskan genggaman Laras. Banyu berdiri dari duduknya, berjalan mendekati Laras. Ia berlutut dengan satu kaki di hadapan Laras, membuka kotak itu lalu memperlihatkan benda yang daritadi membebaninya.

“Laras. Menikahlah denganku?” Tanyanya pasti.

Ia mengerti mengenai dirinya sendiri, ia tidak paham kata-kata puitis. Jadi ia langsung menanyakan keinginannya tersebut pada Laras. Lagu itu terus mengalun lembut menemani hari teristimewanya. Menyamarkan debaran keras jantungnya, menunggu jawaban darinya.

Will it say the love you feel for me, will it say,
That you will be by my side
To see me through,
Until my life is through
Well, in my mind, we can conquer the world,
In love you and I, you and I, you and I.

Laras terperanjat sesaat ketika Banyu menanyakan hal tersebut. Tapi binar bahagia di matanya terpantul indah di mata Banyu. Ia kemudian mengembangkan senyum lebar.

“Iya. Aku mau.”

Protected by Copyscape Original Content Checker

Sumber gambar : etsy.com

Kutipan lirik di atas diambil dari lagu You and I, yang dinyanyikan oleh Stevie Wonder

Advertisements

5 thoughts on “[15] Menikahlah Denganku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s