Pelangi di Matamu


“Kak Nira. Pelangi itu apa?” tanya adik kecilku Seno.

Aku terdiam beberapa saat, bingung mau menjawab apa. “Pelangi itu adalah gejala alam berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit.” Jawabku akhirnya.

Ia berpikir dengan serius. Sepertinya mencerna setiap kata yang aku katakan. Usianya memang baru empat tahun, jadi ia belum mengerti banyak kosakata. Dengan semangat yang sama ia melanjutkan keingintahuannya.

“Kalau kita terkena hujan, kenapa basah ya, kak?”

Aku mengusap-usap kepalaku, menyesal tidak menyetujui permintaannya untuk membacakan dongeng sebelum tidur.

“Hujan itu air, sayang. Seno tahu sendiri kan, kalo terkena air itu bisa basah.” Jelasku asal-asalan.

Kepalanya mengangguk pelan. Ia sepertinya setuju dengan pendapatku. Kemudian matanya mengeluarkan binar keingintahuan lagi. Aku menebak pertanyaannya kini.

Hujan asalnya darimana?

“Hujan asalnya darimana, kak?”

Aku tersenyum gemas padanya. Ia memang selalu saja ingin tahu. Pertanyaannya banyak sampai kadang kami sekeluarga kewalahan menjawabnya.

“Hujan itu turun karena awan telah penuh dengan titik-titik air.” Jawabku.

Sadar dengan jawabanku yang memancing pertanyaan lebih jauh. Aku bangkit berdiri dari sisi tempat tidurnya dan berkata, “Sudah malam, Seno. Tidur dulu ya, besok boleh tanya lagi sama kakak.”

“Tapi Seno mau tanya lagi…” Ia merajuk.

“Besok aja deh. Nanti bunda marah loh kalau tahu Seno belum tidur.” Bujukku.

Ia memajukan bibirnya dengan sengaja. Tanpa sadar aku tertawa dibuatnya. Ia semakin merenggut.

“Iya deh, Seno tidur sekarang.”

Aku mencium keningnya, menarik selimutnya, dan merapikan letak kursi rodanya untuk ditempatkan di sebelah nakas.

“Selamat tidur, Seno. Jangan lupa baca doa sebelum tidur ya.” Ucapku.

Aku berjalan ke arah pintu, memencet tombol lampu supaya padam, kemudian menutup pintu kamarnya.

Dengan pelan aku menghembuskan nafas. Aku menyayangi adikku, walaupun ia terlahir dengan sebuah kekurangan. Dan senantiasa akan membantu mewujudkan mimpinya kelak.

Tapi aku tahu, adikku adalah anak yang cemerlang dan juga kuat. Kekurangannya akan menjadi sumber kekuatannya.

“Kakak bangga padamu, dik.”

Protected by Copyscape Web Copyright Protection Software

Sumber gambar : http://www.cristalmilk.dk/?p=465

Advertisements

2 thoughts on “Pelangi di Matamu

  1. Hi Tammy – I just saw you did I link to my blog – but I dont understand what you have written, could you tell me a little about what it says? That would be great – Thank you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s