[Book Review #5] Fantasy Fiesta 2011 (Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2011)


Judul : Fantasy Fiesta 2011 (Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2011)

Penulis :

R.D. Villam, Klaudiani, Bonmedo Tambunan, Cloverwitch, Elbintang, Erwin Adriansyah, Fachrul R.U.N., Feby Anggra, Fredrik Nael, F.A. Purawan, I.B.G. Wiraga, Kristy S. Tjong, Luz Balthasaar, Magnalena M. Amanda, Rickman Roedavan, Salvirius Sandy, Serpentwitch, Shao An, Shienny M.S., Xeno.

Penerbit : Penerbit Andhika Pustaka

Terbit : Desember 2011 (Cetakan I)

Tebal buku : 325 halaman

Genre : Fantasi

ISBN : 978-979-19991-5-1

Saya mencoba mengulas cerpen dalam buku ini satu persatu :

1. Bentala – Imaji (Fredrick Nael)

Cerpen pembuka yang ringan. Saya suka dengan tokoh Tala, yang diam-diam bermimpi tapi takut berusaha. Lalu setelah diberikan semangat oleh orang-orang di sekitarnya semangatnya muncul kembali. Memang… motivasi itu berpengaruh besar.

Tapi pada awalnya saya sempat bingung antara tokoh Aji dan Tala. Saya pikir mereka adalah orang yang sama.

2. Bhupendra Gagan (Salvirius Sandy)

Setalah saya selesai membaca beberapa paragraf awal, saya langsung tidak suka dengan tokoh Bhupendra dan sekaligus prihatin dengan Méhal. Tapi pesan moral yang disampaikan kuat. Klo kata orang itu ‘kalo ngomong dipikir dulu sebab dan akibatnya, jangan asal ucap’

3. Dongeng Kanvas (Luz Balthasaar)

Suka sama gaya bahasanya. Kalau seni itu -apapun itu- harus dibuat dengan hati, pasti hasilnya bagus. Kekurangan kita itu kadang bisa juga jadi kelebihan yang bisa kita tonjolkan. Inspiratif cerpennya.

4. E [epsilon] (Klaudiani)

Untuk cerpen ini, ditunggu segera novelnya. Saya penasaran dengan lanjutan kisah Bara.

5. Enam Belas Menit (Shao An)

Cerpen ini agak mirip dengan film If Only ya? yang pemerannya Jennifer Love Hewitt dan Paul Nicholls itu.

Kalau ini terjadi dengan saya, mungkin saya akan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya bersama dia dan terakhir… mengikhlaskannya. Capek soalnya harus mengulang terus adegan yang sama dengan emosi yang sama juga dalam waktu enam belas menit.

6. Hari Terakhir Ishan (Cloverwitch)

Deg! Ceritanya sedih 😦

Ngerasa seperti menunggu waktu untuk hukuman mati, ga ada yang bisa diperbuat lagi. Tapi suatu cerita itu memang tidak semua happy ending kan?

7. Hikayat Pungguk Merindukan Bulan (F.A. Purawan)

Dari judulnya juga udah ketauan. Mengarah ke galau.

Bahasanya agak-agak tingkat tinggi. Sampai-sampai harus bener bacanya…

8. Kembali ke Morova (R.D. Villam)

Ini cerita yang paling bikin saya merinding! Bacanya pas malam jumat. Beneran jadi paranoid… liat ke kiri dan kanan terus. Takut tiba-tiba ada yang muncul. Tapi yang jelas, suka sama cerpennya. Tegangnya terasa.

9. Kisah Sang Kerudung Merah (Serpentwitch)

Salah satu kisah lain tentang gadis berkerudung merah. Saya kurang tahu untuk kisah lainnya *belum pernah baca dan nonton sampai habis soalnya* Haha…

10. Leyt – Hasrat Bebas (Elbintang)

Bingung bacanya. Tokohnya banyak, lalu tiba-tiba terjadi huru-hara (?)

Kalau dibuat versi yang lebih panjang, mungkin bisa dimengerti 🙂

11. Menuju Akhir Masa (Shienny M.S)

Hidup itu tidak butuh kesempatan kedua. Yang ada harus menggunakan kesempatan yang diberikan oleh Tuhan dengan sebaik-baiknya. Karena belum tentu apa yang kita inginkan berdampak baik bagi orang lain. Agak nyesek sama endingnya. Oh iya… Shienny itu adalah penulis Ther Melian yang sedang dibicarakan saat ini.

12. Misteri Pulau Goudian (Rickman Roedavan)

Hmm… penulisnya terinspirasi dengan Pirates of the Carribean atau One Piece sepertinya :p

Tapi, suka. Cerpennya bagus. Pesan moralnya jelas.

13. Neil//Lien (Magdalena M. Amanda)

Saya pikir awalnya kepribadian ganda, tapi ternyata bukan. Pesan yang disampaikan dalam cerpennya pun bagus 😀

14. Noel (Feby Anggra)

Cerpen ini membuat saya terus bertanya-tanya. Koq bisa begini? Koq bisa begitu? *dalam arti positif*

Saya agak lemah untuk genre sci-fi seperti ini. Perlu pemahaman lebih dalam untuk membacanya.

15. Oris (I.B.G. Wiraga)

Saya koq kebayang sama The Series of Unfortunate Events ya? Ah sudah, lupakan saya memang tukang khayal. Haha…

Tapi ceritanya tidak sama dengan seri yang saya sebutkan diatas. Cerpen ini cocok untuk dikembangkan lebih lanjut, jadi novel anak-anak atau young-adult mungkin?

16. Petra (Bonmedo Tambunan)

Jujur… saya kurang mengeri dengan isi cerpennya, dan juga nama-nama tokohnya agak sulit dihapal.

17. Selamanya Bersamamu (Fachrul R.U.N.)

Psycho! Hahaha… keseringan ditolak cinta berakibat buruk sepertinya. Ceritanya beda, saya tidak membayangkan awalnya. Saya pikir lebih condong ke sisi romantis. Judul dengan isi agak kurang klop, tapi bagus. Kadang saya dibuat tertawa juga dengan kelakuan tokoh wanitanya.

18. Selamat Datang di Wonderland (Kristy S. Tjong)

Pertama baca judulnya, saya pikir tentang Alice! tapi ternyata bukan. Bagus… suka.

Pernyataan aneh yang terlintas : orang terkaya di Wonderland itu sepertinya Cyrobo *oops* *bukan spoiler loh* 😀

19. Tukang Sapu (Erwin Adriansyah)

Agak kurang dimengerti. Mungkin efek dari baca jam 2 dinihari sepertinya. Haha…

20. Wanita Pembisik (Xeno)

Saya kira awalnya pembisik itu adalah tukang gosip. Lagi-lagi, saya adalah berkhayal dan khayalan saya meleset

Cerpennya bagus. Hanya harus benar-benar membacanya. Alur cerpennya maju munjur.

Rating :

Recommended (4 bintang dari 5)

Protected by Copyscape Duplicate Content Tool

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s