[4] Aku Maunya Kamu Titik!


Arya menatap Kirana dengan lekat. Sejak pertama kali bertemu dengannya hanya Kirana yang terus terbayang-bayang dalam pikiran Arya. Rambut hitam panjangnya, kedua bola mata cantiknya, juga tingkahnya yang lucu.

Hari ini pun ia mendekati Kirana. Terlibat dalam semua aktivitasnya. Walaupun di kelasnya banyak tempat duduk kosong, Arya selalu menyempatkan diri untuk bersebelahan dengan Kirana. Kemudian perlahan-lahan Kirana menyadari keberadaannya. Ia pun mulai tersenyum padanya akhir-akhir ini.

Beberapa saat yang lalu seluruh kelas diberikan tugas oleh ibu Ina tentang apa kemauan kita nanti saat dewasa. Lalu mereka dibagi-bagi dalam beberapa kelompok kecil untuk kemudian membuat dialog singkat. Karena Arya kebetulan sebangku dengan Kirana, ia menjadi partner tugasnya hari ini.

Dari muka kelas ibu Ina mempersilakan Arya untuk memulai dialognya. Kemudian Arya dan Kirana berdiri di bangku mereka masing-masing dan mencoba memulai dialog mereka.

“Kirana, kalau kamu sudah dewasa nanti. Kamu mau apa?” Tanya Arya.

“Aku ingin sekali pergi jalan-jalan keliling dunia.” Kata Kirana dengan lantang.

“Lalu bagaimana denganmu, Arya?”

“Hmm… aku…” Arya ragu-ragu dengan jawabannya sendiri dan membiarkan kalimatnya tertahan.

Seluruh kelas memandang pada mereka berdua. Menunggu jawaban dari Arya.

“Ayo cepat bilang.” Bisik Kirana mendesak.

“Aku…”

“Aku…”

“Aku maunya kamu titik!” Seru Arya pada Kirana.

Ucapan tersebut disambut oleh gelak tawa orang disekeliling mereka dalam kelas itu. Beberapa teman mereka bahkan bersiul panjang. Arya tersipu malu dibuatnya, tidak sadar dengan apa yang baru saja diucapkannya. Itu hanyalah jawaban spontan tanpa ia pikir terlebih dahulu.

“Aduh sayang, nanti ya bilang begitu sama Kirananya kalau dia sudah besar.” Kata mamanya pada Arya sambil menghampiri kemudian memeluk dan mencubit gemas anaknya. Ia tidak menyangka anaknya akan mengatakan hal itu. Begitupun dengan mamanya Kirana. Ia hanya tertawa geli mendengar ada seseorang yang membuat pernyataan cinta pada putri semata wayangnya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Hal itu pun disambut tawa riuh juga oleh pada orang tua murid yang sejak tadi berkumpul pada dinding kelas mengawasi anak-anak mereka dengan antusias.

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

Advertisements

9 thoughts on “[4] Aku Maunya Kamu Titik!

    • Fadly-nya lagi bertapa dulu. Tadi udah coba ceritain Fadly, tapi ga ada ide, adanya malah si bocah ngegemesin ini 😄

      Ini based on true story loh, walau dirombak dikit. Cerita tentang keponakan gw. Gyahaha 😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s