Alibi #2


Kasus yang kedua terjadi pada seorang atlet baseball. Korban bernama Sasaki Souji, 16 tahun. Seorang siswa tingkat kedua di sebuah sekolah menengah atas. Saat ditemukan oleh saksi yang sekaligus manager klub, Arizawa Yumi, Sasaki diidentifikasi telah meninggal 12 jam sebelum korban ditemukan oleh Arizawa pada pukul 07.00. Hal itu dapat dilihat dari menetapnya darah karena gaya gravitasi karena pendarahan berhenti atau liver mortis.

Tim forensik menyatakan bahwa korban Sasaki tewas seketika oleh pukulan pelaku yang ketiga kalinya yang bersarang pada kepala bagian belakangnya. Trauma pada kepalanya pada saat terjadi pukulan pertama menyebabkan pendarahan. Selain itu dari ketiga pukulan pada kepalanya, korban juga mengalami pemukulan pada 3 titik bagian tubuh lainnya. Pertama, korban mengalami patah tulang kering kaki kanan, lepasnya sendi dari tulang selangka, dan yang terakhir patahnya tulang iga bagian kiri.

Posisi mayat korban saat ditemukan adalah tertelungkup. Lengan kiri korban tertindih badannya, sedangkan lengan kanan berada sejajar dengan wajahnya. Dibawah telapak tangan kanan korban terdapat pesan kematian yang berusaha ia sampaikan agar pembunuhnya dapat tertangkap. Pesan itu adalah sebaris huruf dan angka yang dapat mengarahkan pihak kepolisian kepada pelaku.

2V+5W

Korban sepertinya menyembunyikan pesan kematiannya dengan baik, agar pelaku tidak melihatnya dan menghapus pesan itu. Kini tugas kepolisian memecahkan pesan itu untuk menangkap pelaku yang telah membunuh Sasaki.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, kami telah mendapatkan 3 orang tersangka.

(1) Arizawa Yumi, 17 tahun. Manager Baseball. Saksi yang pertama kali menemukan mayat korban. Adik dari kapten tim, Arizawa Takayuki yang bernomor punggung 25.

(2) Kenzaki Ryou, 17 tahun. Senior Sasaki yang selalu bersaing dengannya, yang bernomor punggung 12. Kenzaki terlihat ditempat kejadian pada pukul 18.30. Bukti ini dikuatkan oleh kesaksian penjaga sekolah yang melihatnya meninggalkan sekolah pada jam tersebut.

(3) Makoto Shuuhei, 16 tahun. Bernomor punggung 19. Sahabat Sasaki yang terlihat berselisih paham dengan korban menjelang latihan akan dilakukan pada pukul 16.00. Bukti ini dikuatkan oleh pelatih dan asisten pelatih klub tersebut.

Data lainnya:

Latihan selesai pada pukul 17.30. Pelatih dan semua pemain selain Sasaki Souji, Arizawa Yumi, Kenzaki Ryou, dan Makoto Shuuhei telah meninggalkan tempat kejadian berdasarkan atas alibi yang telah diperiksa oleh tim penyidik.

Arizawa Yumi, bertugas membereskan barang dan semua yang digunakan pada saat latihan. Jadi ia memang selalu lebih lambat pulang dari pada yang lain.

Kenzaki Ryou dan Makoto Shuuhei, diberi hukuman mengelilingi lapangan oleh pelatih selama 15 menit karena melawan pelatih. Keduanya bertemperamen tinggi.

Alat pembunuhan berupa tongkat pemukul ditemukan tidak jauh dari mayat korban. Dari tongkat tersebut dapat diidentifikasi, bahwa DNA darah pada tongkat cocok dengan DNA darah korban. pada tongkat pemukul tersebut tidak ditemukan sidik jari. Kemungkinan pelaku menggunakan sarung tangan sehingga pembunuhan ini dapat disimpulkan bukan kecelakaan melainkan disengaja dan terencana.

Menurut data-data diatas siapakah pembunuh Sasaki Souji?

Protected by Copyscape Web Plagiarism Checker

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s