Anonymous Dream#1 (Just Prolog)


Semua yang terjadi di dalam cerita ini adalah pengalaman nyata saya saat berselancar di alam mimpi. Nama tokoh, tempat, waktu, narasi, ataupun deskripsi yang terjadi dalam cerita ini dikembangkan lebih jauh oleh saya. ^_^

Entah kenapa, saat tidur saya sering kali mengalami mimpi berseri yang mirip seperti film, yang setelah dipikir kembali, bisa menjadi sebuah ide cerita fiksi saya selanjutnya. ^_^

Berikut draft awalnya…

To everyone, enjoy my dream…

Anonymous Dream #1 (Prolog)

Melinda melihat kearah pepohonan rimbun yang menutupi jalanan di rumah peristirahatannya di dalam hutan. Dengan arsitektur abad kedelapan belas, rumah ini tetap berdiri tegak dan merupakan warisan turun temurun dari generasi ke generasi. Ia adalah pewaris tahta keluarganya dari klan vampir yang telah berabad-abad mendiami wilayah tersebut. Ia tidak memilih untuk takdir ini. Ia terpaksa menerima takdirnya dengan berat hati. Baginya menjijikan jika dalam periode waktu tertentu harus meminum darah segar yang langsung dari manusia hidup.

Ia telah bertahan selama tiga bulan untuk tidak meminum darah manusia. Tetapi, itu sangat berat. Matanya memerah, taringnya menajam, serta seluruh tubuhnya terasa terbakar saat ia lapar. Ia pun kehilangan beberapa kemampuan supernaturalnya yang akan maksimal jika ia berada dalam keadaan prima.

Melinda berjalan-jalan di labirin kebun belakang rumahnya. Disana tidak tampak seorangpun karena ia keluar sebelum matahari terbit. Ia menyukai warna langit saat matahari akan muncul dari barat. Langit menampakkan seluruh warnanya pada saat itu. Setiap warnanya merefleksikan keinginan-keinginan yang ingin dicapainya jika ia bukanlah pewaris tahta keluarganya.

Dari tempat ia berdiri sekarang ia melihat dahan pada cabang pohon terbesar di halaman belakang rumahnya bergerak-gerak. Dengan intensitas cahaya minimum yang ia dapatkan sekarang, ia tidak dapat melihat dengan jelas sesuatu atau siapa yang berada pada dahan tersebut. Jika saja yang berada pada dahan itu seseorang dari musuh ayahnya, maka ia akan sangat mudah dilumpuhkan. Ia juga tidak meminta pengawalnya, Madelaine dan Raft untuk menemaninya.

Dengan penglihatan minimal ia mencoba melihat objek pada dahan tersebut. Setelah diteliti, bayangan itu merupakan sosok seorang manusia.

Manusia? Bagaimana mungkin ia bisa berada disana. Ucap Melinda dalam hati.

Setelah ia menyeringai kearah Melinda, sosok itu langsung lompat dari pohon yang setinggi tiga kaki dengan mantap dan menghilang ke dalam kabut. Ia tidak percaya dengan penglihatannya. Bagaimana bisa seorang manusia bisa mendapatkan kemampuan vampir dan dapat hidup. Ada legenda yang berkembang dan diceritakan dari generasi ke generasi bahwa seorang manusia dapat meningkatkan kemampuan dan kekuatannya dengan meminum darah vampir. Tetapi, sampai saat ini legenda itu tidak dapat dibuktikan. Semua percobaan yang dilakukan terhadap manusia menyebabkan manusia tersebut mati karena tidak bisa bertahan terhadap kekuatan yang terkandung dalam darah vampir. Tetapi, kini ia melihat buktinya dengan mata kepalanya sendiri.

***

Setelah ia pergi dari rumah itu, Gray langsung keluar dari jalur hutan tempat rumah itu berada. Ia sengaja menampakkan diri di depan Melinda. Ia ingin menuntut balas atas kematian kedua orangtuanya yang telah dibantai habis oleh keluarga mereka. Ia pun terpaksa melewati fase yang menyakitkan saat ia meminum darah vampir yang telah dibunuhnya. Darah itu membuatnya merasakan nyeri seperti tersayat benda tajam di setiap aliran darah yang dilalui darah vampir itu. Nyerinya baru hilang setelah darah vampir tersebut benar-benar menyatu dengan darahnya dan memberikan kekuatan baru pada dirinya. Beruntung Gray dapat selamat dari kejadian itu. Jika saja ia tidak memiliki gen vampir yang diperolehnya dari ayahnya, maka ia pasti tidak akan selamat dan tubuhnya tidak dapat menerima darah vampir yang ia minum.

***

Sepertinya kebanyakan baca cerita vampir sampai mimpi ini…(=,=)”

***

Protected by Copyscape Web Plagiarism Checker

Advertisements

6 thoughts on “Anonymous Dream#1 (Just Prolog)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s