The Hangman – Prologue


Oleh : Tammy Rahmasari

Kay terbangun dengan keadaan aneh. berkeringat dan merasakan kedua tangan dan kakinya tidak bebas bergerak. Dengan susah payah dia berusaha melihat keadaan sekitar tanpa mampu melihat dengan jelas. Ia baru menyadari ternyata ruangan tempatnya berada sekarang tidak ada satupun penerangan yang menyala, satu-satunya cahaya yang ada adalah cahaya bulan purnama yang masuk melalui jendela persegi di sebelah kiri atasnya.

Bingung. Itu yang pertama kali dirasakan olehnya.

Mengapa aku disini?

Siapa yang membawaku kesini?

Oh tidak…

Jangan-jangan penjahat yang diberitakan di televisi itu yang menangkapku?

Oh Tuhan…kumohon jangan dia…

Aku masih ingin terus hidup…

Kay berusaha membuka ikatan tali pada tangannya dengan panik. Berusaha mencari benda yang dapat membantunya melepas ikatan. Tetapi, tidak ada satupun benda yang dapat membantunya karena ruangannya kosong, bahkan tidak ada satupun furniture yang diletakkan di ruangan itu. Hanya sebuah jalan masuk yang juga adalah jalan keluarnya dan sebuah jendela kaca yang tidak mungkin dia raih karena terlalu tinggi untuk diraih.

Dikeheningan malam, Kay mendengar langkah kaki mendekat.

Tap…tap…tap…

Tanpa terasa air matanya membanjiri wajahnya.

Tolong aku Tuhan…

Kay menyebut mantranya dalam hati berulang-ulang kali. Berharap Tuhan dapat mengabulkan doanya.

Lalu bunyi itu kembali terasa mendekat.

Tap…tap…tap…

Tuhan kumohon, tolonglah aku, aku berjanji akan berubah.

Air mata terus mengalir dari mata Kay, otaknya buntu tidak dapat memikirnya cara apapun untuk dilakukan padahal orang itu tinggal beberapa langkah lagi memasuki ruangan ini.

Terdengar suara langkah terakhir, lalu kembali hening. Kay berusaha menajamkan indera pendengarannya untuk mendengar apa yang dilakukan oleh orang dibalik pintu tempatnya saat ini. Tetapi, yang ia dengar hanyalah suara angin yang bersentuhan dengan kaca di ruangan itu. Seakan-akan orang itupun sedang berusaha mendengarkan Kay.

Tak lama setelah itu, laki-laki itu tertawa dengan keras sehingga membuat jantung Kay berhenti sesaat.

Aku gemetar. Tidak. Jangan sekarang. Berusahalah Kay, berkonsentrasilah agar dapat selamat.

Kenop pintu diputar dengan perlahan. Kay kembali memejamkan matanya, bernafas dengan teratur, dan melemaskan tubuhnya.

Berpura-puralah Kay.

Sementara Kay berusaha berkonsentrasi dan berpura-pura, laki-laki itu memasuki ruangan tempat Kay disekap. Dia melihat korban perdananya setelah ia telah lama merancang dan merencanakan karyanya. Ia bangga akan korbannya ini. Kayleigh Stein seorang pelari yang telah pensiun karena cedera pada lututnya, kini hanyalah seorang sampah yang suka memeras orang lain.

Ia telah melakukan pemeriksaan latar belakang, kebiasaan, tingkah laku, dan keluarga korbannya dengan mengikutinya selama seminggu ini. Ia tidak ingin salah mengambil korban, korbannya haruslah seorang sampah yang tidak berguna bagi orang-orang disekelilingnya. Orang yang tidak akan dirindukan oleh keluarganya. Orang yang dibuang oleh teman-temannya.

Baiklah. Sekarang lakukan hal yang harus dilakukan. Saatnya untuk kesenangan tiada tara. Ia telah menyiapkan pedangnya dengan seksama. Otot tangannya telah terlatih untuk merobek daging dan memotong tulang dengan sangat akurat tanpa meninggalkan kerusakan yang dapat mengurangi nilai seni boneka marionette.

“Bangunlah Kay, aku tahu kau telah sadar sebelum aku memasuki ruangan ini. Kita akan bersenang-senang.” Katanya lembut.

Sementara laki-laki itu mengeluarkan pedang dari sarungnya. Kay tak mampu lagi berpura-pura. Ia perlahan-lahan membuka kedua matanya, menatap orang yang akan dilihatnya terakhir kali, ia tahu orang ini tidak akan melepaskannya. Tetapi ia tetap merapalkan mantranya dalam kebisuan.

Aku siap Tuhan.

Mama walaupun aku tahu kau tidak bisa mendengarku. Maafkan aku. Maafkan aku.

“Nah, begitu seharusnya sayang. Aku janji ini tidak akan terlalu menyakitkan.”

Protected by Copyscape Web Plagiarism Checker

Advertisements

8 thoughts on “The Hangman – Prologue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s